Pengaruh konsumsi tapai bagi kesehatan
[sunting] Keunggulan tapai
Fermentasi tapai dapat meningkatkan kandungan
Vitamin B1 (
tiamina) hingga tiga kali lipat
[3]. Vitamin ini diperlukan oleh sistem
saraf,
sel otot, dan
sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik.
[3] Karena mengandung berbagai macam
bakteri “baik” yang aman dikonsumsi, tapai dapat digolongkan sebagai sumber
probiotik bagi tubuh.
[4] Cairan tapai dan tapai ketan diketahui mengandung
bakteri asam laktat sebanyak ± satu juta per mililiter atau gramnya.
[4] Produk fermentasi ini diyakini dapat memberikan efek menyehatkan tubuh, terutama sistem pencernaan, karena meningkatkan jumlah bakteri dalam tubuh dan mengurangi jumlah bakteri jahat.
[4] Kelebihan lain dari tapai adalah kemampuannya tapai mengikat dan mengeluarkan
aflatoksin dari tubuh.
[4] Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang dihasilkan oleh
kapang, terutama
Aspergillus flavus[4]. Toksik ini banyak kita jumpai dalam kebutuhan pangan sehari-hari, seperti
kecap. Konsumsi tapai dalam batas normal diharapkan dapat mereduksi
aflatoksin tersebut.
[4] Di beberapa negara
tropis yang mengonsumsi singkong sebagai karbohidrat utama, penduduknya rentan menderita anemia
[4]. Hal ini dikarenakan singkong mengandung
sianida yang bersifat toksik dalam tubuh manusia.
[4]. Konsumsi tapai dapat mencegah terjadinya anemia karena mikroorganisme yang berperan dalam fermentasinya mampu menghasilkan vitamin B
12[5]
[sunting] Kelemahan tapai
Konsumsi tapai yang berlebihan dapat menimbulkan
infeksi pada darah dan gangguan
sistem pencernaan. Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tapai berpotensi menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan
sistem imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita
HIV3. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, konsumsi tapai perlu dilakukan secara terkendali dan pembuatannya serta penyimpanannya pun dilakukan dengan
higienis.
[2]
[sunting] Istilah tapai di berbagai daerah
Sebagian besar tapai yang ada di Indonesia dibuat dari fermentasi beras ketan (
Oryza sativa glutinosa) atau singkong (
Manihot esculenta). Masyarakat
Jawa Barat lebih mengenal tapai singkong dengan sebutan
peuyeum, sedangkan masyarakat
Jawa Timur lebih sering menyebutnya
tape telo.
[2] Tapai juga dikenal di kawasan Asia, terutama
Asia Tenggara. Makanan ini memiliki nama lokal yang berbeda–beda di setiap negara; contohnya
tapai pulut (
Malaysia),
basi binubran (
Filipina),
chao (
Kamboja),
lao-chao atau
chiu niang (
Cina), dan
khao-mak (
Thailand).
[1]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar