Sabtu, 04 Februari 2012

MAKALAH PENELITIAN TENTANG FERMENTASI PADA TAPE SINGKONG

KATA PENGANTAR

Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang semakin berkembang.
Melalui makalah ini saya ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan tape khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan tape singkong dan manfaat yang ada di balik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan.
Seperti pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca khususnya guru mata pelajaran ini dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan saya di bidang ini.
Diucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu, hingga selasai makalah ini. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat.


Cikampek, Maret 2010

Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.
Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.


1.2. Permasalahan
Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas, permasalahn yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah proses fermentasi makanan itu?
2. Bagaimana proses fermentasi pada tape?
3. Apa kegunaan ragi dalam proses pembuatan tape singkong?
4. Ada berapa macam langkah-langkah dalam proses pembuatan tape singkong?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah:
1. Mendeskripsikan pengertian fermentasi makanan dan menyebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya fermentasi makanan pada tape?
2. Mendeskripsikan langkah-langkah proses pembuatan tape singkong?
3. Menjelaskan tujuan fermentasi makanan?
4. Menyebutkan nama jamur yang menyebabkan fermentasi pada tape singkong?


1.4. Metode Penulisan
Karya tulis ini dibuat dengan menggunakan metode pustaka dan metode pengamatan.

1.5. Kegunaan Karya Tulis Ilmiah
Hasil karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat berguna bagi sekjolah khususnya dalam proses belajar mengajar serta berguna bagi masyarakat umum. Karya tulis ini juga dapat mengembangkan proses fermentasi makanan, khususnya yang terjadi pada tape singkong dengan baik dan benar.

1.6. Sistematika Penulisan
Karya tulis ini tersusun dalam 4 bab, Bab I memuat pendahuluan yang berisi latar belakang permasalahan, tujuan penulisan, metode penulisan. Bab II landasan teori yang akan dibahas. Bab III menguraikan proses penelitian perrmentasi makanan pada tape singkong. Bab IV berisi kesimpulan hasil penelitian dan saran.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.
2.2. Teori – teori yang akan disajikan
- Pemanfaatan Fermentasi
- Proses penelitian pada pembuatan tape singkong
- Kelebihan bahan makanan hasil fermentasi, dibandingkan makanan biasa yaitu muda dicerna, dapat dimanipulasi menjadi berbagai jenis makanan

2.3. Landasan Pembahasan Makalah
Dengan adanya fermentasi, kita dapat memanfaatkan keahlian khusus untuk menghasilkan produk dan jasa atau jasa organisme untuk mengelola bahan baku menjadi bahan yang berguna / bermanfaat misalnya dalam fermentasi pembuatan, tempe, tahu, tape dll.

BAB III
PROSES PENELITIAN

3.1. Alat dan Bahan
3.1.1. Alat:
1) Pisau
2) Panic
3) Plastic
4) Ember
3.1.2. Bahan:
1) 1.5 kg singkong, kupas, cuci bersih, potong menurut selera (mau dibiarkan utuh juga ga dilarang kok)
2) 1.5 butir ragi tape, dihaluskan
3) daun pisang untuk alas (ga pake juga ga papa)
3.2. Metoda Penelitian
Penelitian biologi ini menggunakan metoda:
1. Melakukan pembuktian langsung dengan cara membuat tape singkong.
2. Melakukan wawancara
3. Meneliti hasil pembuktian/pecobaan
4. Mengumpulkan data dari sumber lain, seperti media informatika yang mendukung hasil penelitian pada proses pembuatan tape singkong.
3.3. Proses Penelitian
Proses penelitian adalah dengan terjun langsung membuktikan sendiri untuk membuat tape singkong:
1) Kukus singkong hingga matang. (Jangan kematangan ya karena nanti hasilnya jadi benyek). Dinginkan.
2) Setelah dingin, tata singkong dalam wadah bertutup yang telah dialasi daun pisang. (wadahnya kalo bisa disteril dulu biar ga ada bakteri yang bisa menghambat proses fermentasi).
3) Taburi dengan ragi tape hingga rata. (kata mbak Rini, sampai terlihat putih).
4) Tutup kembali dengan daun pisang lalu tutup dengan tutup wadahnya. Diamkan di tempat hangat selama 2-3 hari.

3.4. Hasil Penelitian
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.
Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan Penelitian
Pembuatan tempe dan tape (baik tape ketan maupun tape singkong atau peuyeum) adalah proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia. Proses fermentasi menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan sampai obat-obatan. Proses fermentasi pada makanan yang sering dilakukan adalah proses pembuatan tape, tempe, yoghurt, dan tahu.
Fermentasi diperkirakan menjadi cara untuk menghasilkan energi pada organisme purba sebelum oksigen berada pada konsentrasi tinggi di atmosfer seperti saat ini, sehingga fermentasi merupakan bentuk purba dari produksi energi sel.
Produk fermentasi mengandung energi kimia yang tidak teroksidasi penuh tetapi tidak dapat mengalami metabolisme lebih jauh tanpa oksigen atau akseptor elektron lainnya (yang lebih highly-oxidized) sehingga cenderung dianggap produk sampah (buangan). Konsekwensinya adalah bahwa produksi ATP dari fermentasi menjadi kurang effisien dibandingkan oxidative phosphorylation, di mana pirufat teroksidasi penuh menjadi karbon dioksida. Fermentasi menghasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa bila dibandingkan dengan 36 ATP yang dihasilkan respirasi aerobik.
"Glikolisis aerobik" adalah metode yang dilakukan oleh sel otot untuk memproduksi energi intensitas rendah selama periode di mana oksigen berlimpah. Pada keadaan rendah oksigen, makhluk bertulang belakang (vertebrata) menggunakan "glikolisis anaerobik" yang lebih cepat tetapi kurang effisisen untuk menghasilkan ATP. Kecepatan menghasilkan ATP-nya 100 kali lebih cepat daripada oxidative phosphorylation. Walaupun fermentasi sangat membantu dalam waktu pendek dan intensitas tinggi untuk bekerja, ia tidak dapat bertahan dalam jangka waktu lama pada organisme aerobik yang kompleks. Sebagai contoh, pada manusia, fermentasi asam laktat hanya mampu menyediakan energi selama 30 detik hingga 2 menit.

4.2. Saran
1. Sebaiknya para pemuda dinekali ilmu pengetahuan yang cukup supaya cepat diterapkan dalam setiap langkah kehidupannya masing-masing.
2. Kita harus menyambut fermentasi dengan baik sehingga pemanfaatannya dapat kita rasakan dengan sendirinya.




DAFTAR PUSTAKA

Amien Muhammad, Pegangan Umum Bioteknologi 3. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.
www.wikipedia..com
www.blogspot.com
Maggy Themawidjaja, Bioteknologi, Jakarta: Erlangga, 1990
3 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tentunya anda mengetahui apa yang dinamakan dengan tape. Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape.

Selain tape dari singkong dan tape dari ketela, ketela dapat juga dibuat menjadi tape, namun apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?. Berlatar belakangkan pertanyaan inilah penulis mencoba untuk membuat tape dari ketela.

Dikarenakan ada berbagai jenis ketela maka dalam percobaan ini penulis menggunakan salah satu jenis ketela yaitu ketela madu yang notabene manis rasanya.

B. Permasalahan
1.Apakah ketela dapat dijadikan tape ?
2.Apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?

C. Tujuan
Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :
1.Meningkatkan kualitas siswa dalam melakukan penelitian.
2.Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman.
3.Memenuhi tugas IPA semester gasal.

D. Manfaat Penelitian
Bagi diri sendiri :
1.Terampil membuat karya ilmiah
2.Dapat dijadikan sebagai ajang menggali potensi diri
Bagi sekolah :
1.Dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan sekolah
2.Karya ilmiah dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler.
Bagi orang lain :
1.Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
2.Dapat diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari – hari.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian yang kami lakukan kali ini adalah penelitian yang berjenis penelitian eksperimental.

B. Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Pisau
Daun pisang
Tempat penyimpanan dari bambu ( besek )
Sedangkan bahan – bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Ketela rambat
Ragi
C. Cara Pembuatan
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat tape dari ketela :
Mengukus ketela yang telah disiapkan dengan air yang mendidih.
Mengupas ketela yang telah dikukus.
Memotong ketela menjadi beberapa bagian.
Menabur ragi ke ketela secara merata.
Membungkus ketela yang telah diberi ragi menggunakan daun pisang.
Meletakkan ketela yang telah dibungkus daun pisang ke besek.
Didiamkan selama 3 hari atau lebih.


D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Gajah Mada Gg. 05 No. 02, Tirto, Pekalongan Barat.
Waktu penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 12 November 2007.

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tape dapat dibuat menggunakan bahan selain ketan dan singkong, tetapi ketela pun dapat dibuat menjadi tape, prosesnya sama persis dengan cara membuat tape dari singkong, rasanya pun tidak jauh berbeda, sedikit asem tetapi manis dan tentunya enak.

Jadi, sebenarnya tape dapat dibuat dari berbagai bahan yang lain. Dengan penelitian ini penulis ini berharap tape ketela dapat dijadikan komoditi asli Indonesia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.Ketela dapat dibuat menjadi tape.
2.Rasa dari tape ketela sama dengan rasa dari tape singkong.
3.Proses pembuatan tape ketela sama dengan tape singkong.
4.Tape dapat dibuat dari berbagai bahan.

B. Saran dan Harapan
1.Semoga hasil penelitian kami dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
2.Semoga penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Triyanto, Drs. 2001. Fermented Food. Semarang : Aneka Ilmu
Purwono, Hendra 2000. Aneka Masakan Indonesia. Yogyakarta : Gramedia
www.wikipedia.com

LAMPIRAN

Reaksi: 
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tentunya anda mengetahui apa yang dinamakan dengan tape. Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape.

Selain tape dari singkong dan tape dari ketela, ketela dapat juga dibuat menjadi tape, namun apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?. Berlatar belakangkan pertanyaan inilah penulis mencoba untuk membuat tape dari ketela.

Dikarenakan ada berbagai jenis ketela maka dalam percobaan ini penulis menggunakan salah satu jenis ketela yaitu ketela madu yang notabene manis rasanya.

B. Permasalahan
1.Apakah ketela dapat dijadikan tape ?
2.Apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?

C. Tujuan
Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :
1.Meningkatkan kualitas siswa dalam melakukan penelitian.
2.Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman.
3.Memenuhi tugas IPA semester gasal.

D. Manfaat Penelitian
Bagi diri sendiri :
1.Terampil membuat karya ilmiah
2.Dapat dijadikan sebagai ajang menggali potensi diri
Bagi sekolah :
1.Dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan sekolah
2.Karya ilmiah dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler.
Bagi orang lain :
1.Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
2.Dapat diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari – hari.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian yang kami lakukan kali ini adalah penelitian yang berjenis penelitian eksperimental.

B. Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Pisau
Daun pisang
Tempat penyimpanan dari bambu ( besek )
Sedangkan bahan – bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Ketela rambat
Ragi
C. Cara Pembuatan
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat tape dari ketela :
Mengukus ketela yang telah disiapkan dengan air yang mendidih.
Mengupas ketela yang telah dikukus.
Memotong ketela menjadi beberapa bagian.
Menabur ragi ke ketela secara merata.
Membungkus ketela yang telah diberi ragi menggunakan daun pisang.
Meletakkan ketela yang telah dibungkus daun pisang ke besek.
Didiamkan selama 3 hari atau lebih.


D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Gajah Mada Gg. 05 No. 02, Tirto, Pekalongan Barat.
Waktu penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 12 November 2007.

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tape dapat dibuat menggunakan bahan selain ketan dan singkong, tetapi ketela pun dapat dibuat menjadi tape, prosesnya sama persis dengan cara membuat tape dari singkong, rasanya pun tidak jauh berbeda, sedikit asem tetapi manis dan tentunya enak.

Jadi, sebenarnya tape dapat dibuat dari berbagai bahan yang lain. Dengan penelitian ini penulis ini berharap tape ketela dapat dijadikan komoditi asli Indonesia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.Ketela dapat dibuat menjadi tape.
2.Rasa dari tape ketela sama dengan rasa dari tape singkong.
3.Proses pembuatan tape ketela sama dengan tape singkong.
4.Tape dapat dibuat dari berbagai bahan.

B. Saran dan Harapan
1.Semoga hasil penelitian kami dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
2.Semoga penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Triyanto, Drs. 2001. Fermented Food. Semarang : Aneka Ilmu
Purwono, Hendra 2000. Aneka Masakan Indonesia. Yogyakarta : Gramedia
www.wikipedia.com

LAMPIRAN

Reaksi: 
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tentunya anda mengetahui apa yang dinamakan dengan tape. Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape.

Selain tape dari singkong dan tape dari ketela, ketela dapat juga dibuat menjadi tape, namun apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?. Berlatar belakangkan pertanyaan inilah penulis mencoba untuk membuat tape dari ketela.

Dikarenakan ada berbagai jenis ketela maka dalam percobaan ini penulis menggunakan salah satu jenis ketela yaitu ketela madu yang notabene manis rasanya.

B. Permasalahan
1.Apakah ketela dapat dijadikan tape ?
2.Apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?

C. Tujuan
Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :
1.Meningkatkan kualitas siswa dalam melakukan penelitian.
2.Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman.
3.Memenuhi tugas IPA semester gasal.

D. Manfaat Penelitian
Bagi diri sendiri :
1.Terampil membuat karya ilmiah
2.Dapat dijadikan sebagai ajang menggali potensi diri
Bagi sekolah :
1.Dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan sekolah
2.Karya ilmiah dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler.
Bagi orang lain :
1.Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
2.Dapat diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari – hari.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian yang kami lakukan kali ini adalah penelitian yang berjenis penelitian eksperimental.

B. Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Pisau
Daun pisang
Tempat penyimpanan dari bambu ( besek )
Sedangkan bahan – bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Ketela rambat
Ragi
C. Cara Pembuatan
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat tape dari ketela :
Mengukus ketela yang telah disiapkan dengan air yang mendidih.
Mengupas ketela yang telah dikukus.
Memotong ketela menjadi beberapa bagian.
Menabur ragi ke ketela secara merata.
Membungkus ketela yang telah diberi ragi menggunakan daun pisang.
Meletakkan ketela yang telah dibungkus daun pisang ke besek.
Didiamkan selama 3 hari atau lebih.


D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Gajah Mada Gg. 05 No. 02, Tirto, Pekalongan Barat.
Waktu penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 12 November 2007.

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tape dapat dibuat menggunakan bahan selain ketan dan singkong, tetapi ketela pun dapat dibuat menjadi tape, prosesnya sama persis dengan cara membuat tape dari singkong, rasanya pun tidak jauh berbeda, sedikit asem tetapi manis dan tentunya enak.

Jadi, sebenarnya tape dapat dibuat dari berbagai bahan yang lain. Dengan penelitian ini penulis ini berharap tape ketela dapat dijadikan komoditi asli Indonesia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.Ketela dapat dibuat menjadi tape.
2.Rasa dari tape ketela sama dengan rasa dari tape singkong.
3.Proses pembuatan tape ketela sama dengan tape singkong.
4.Tape dapat dibuat dari berbagai bahan.

B. Saran dan Harapan
1.Semoga hasil penelitian kami dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
2.Semoga penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Triyanto, Drs. 2001. Fermented Food. Semarang : Aneka Ilmu
Purwono, Hendra 2000. Aneka Masakan Indonesia. Yogyakarta : Gramedia
www.wikipedia.com

LAMPIRAN

Reaksi: 
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tentunya anda mengetahui apa yang dinamakan dengan tape. Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape.

Selain tape dari singkong dan tape dari ketela, ketela dapat juga dibuat menjadi tape, namun apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?. Berlatar belakangkan pertanyaan inilah penulis mencoba untuk membuat tape dari ketela.

Dikarenakan ada berbagai jenis ketela maka dalam percobaan ini penulis menggunakan salah satu jenis ketela yaitu ketela madu yang notabene manis rasanya.

B. Permasalahan
1.Apakah ketela dapat dijadikan tape ?
2.Apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?

C. Tujuan
Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :
1.Meningkatkan kualitas siswa dalam melakukan penelitian.
2.Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman.
3.Memenuhi tugas IPA semester gasal.

D. Manfaat Penelitian
Bagi diri sendiri :
1.Terampil membuat karya ilmiah
2.Dapat dijadikan sebagai ajang menggali potensi diri
Bagi sekolah :
1.Dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan sekolah
2.Karya ilmiah dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler.
Bagi orang lain :
1.Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
2.Dapat diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari – hari.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian yang kami lakukan kali ini adalah penelitian yang berjenis penelitian eksperimental.

B. Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Pisau
Daun pisang
Tempat penyimpanan dari bambu ( besek )
Sedangkan bahan – bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Ketela rambat
Ragi
C. Cara Pembuatan
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat tape dari ketela :
Mengukus ketela yang telah disiapkan dengan air yang mendidih.
Mengupas ketela yang telah dikukus.
Memotong ketela menjadi beberapa bagian.
Menabur ragi ke ketela secara merata.
Membungkus ketela yang telah diberi ragi menggunakan daun pisang.
Meletakkan ketela yang telah dibungkus daun pisang ke besek.
Didiamkan selama 3 hari atau lebih.


D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Gajah Mada Gg. 05 No. 02, Tirto, Pekalongan Barat.
Waktu penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 12 November 2007.

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tape dapat dibuat menggunakan bahan selain ketan dan singkong, tetapi ketela pun dapat dibuat menjadi tape, prosesnya sama persis dengan cara membuat tape dari singkong, rasanya pun tidak jauh berbeda, sedikit asem tetapi manis dan tentunya enak.

Jadi, sebenarnya tape dapat dibuat dari berbagai bahan yang lain. Dengan penelitian ini penulis ini berharap tape ketela dapat dijadikan komoditi asli Indonesia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.Ketela dapat dibuat menjadi tape.
2.Rasa dari tape ketela sama dengan rasa dari tape singkong.
3.Proses pembuatan tape ketela sama dengan tape singkong.
4.Tape dapat dibuat dari berbagai bahan.

B. Saran dan Harapan
1.Semoga hasil penelitian kami dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
2.Semoga penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Triyanto, Drs. 2001. Fermented Food. Semarang : Aneka Ilmu
Purwono, Hendra 2000. Aneka Masakan Indonesia. Yogyakarta : Gramedia
www.wikipedia.com

LAMPIRAN

Reaksi: 

latar belakang...

    A. LATAR BELAKANG
      
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tentunya anda mengetahui apa yang dinamakan dengan tape. Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape.

Selain tape dari singkong dan tape dari ketela, ketela dapat juga dibuat menjadi tape, namun apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?. Berlatar belakangkan pertanyaan inilah penulis mencoba untuk membuat tape dari ketela.

Dikarenakan ada berbagai jenis ketela maka dalam percobaan ini penulis menggunakan salah satu jenis ketela yaitu ketela madu yang notabene manis rasanya.

B. Permasalahan
1.Apakah ketela dapat dijadikan tape ?
2.Apakah tape dari ketela ini dapat dikonsumsi ?

C. Tujuan
Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :
1.Meningkatkan kualitas siswa dalam melakukan penelitian.
2.Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman.
3.Memenuhi tugas IPA semester gasal.

D. Manfaat Penelitian
Bagi diri sendiri :
1.Terampil membuat karya ilmiah
2.Dapat dijadikan sebagai ajang menggali potensi diri
Bagi sekolah :
1.Dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan sekolah
2.Karya ilmiah dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler.
Bagi orang lain :
1.Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
2.Dapat diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari – hari.

BAB II
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian yang kami lakukan kali ini adalah penelitian yang berjenis penelitian eksperimental.

B. Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Pisau
Daun pisang
Tempat penyimpanan dari bambu ( besek )
Sedangkan bahan – bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Ketela rambat
Ragi
C. Cara Pembuatan
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat tape dari ketela :
Mengukus ketela yang telah disiapkan dengan air yang mendidih.
Mengupas ketela yang telah dikukus.
Memotong ketela menjadi beberapa bagian.
Menabur ragi ke ketela secara merata.
Membungkus ketela yang telah diberi ragi menggunakan daun pisang.
Meletakkan ketela yang telah dibungkus daun pisang ke besek.
Didiamkan selama 3 hari atau lebih.


D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Gajah Mada Gg. 05 No. 02, Tirto, Pekalongan Barat.
Waktu penelitian :
Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 12 November 2007.

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tape dapat dibuat menggunakan bahan selain ketan dan singkong, tetapi ketela pun dapat dibuat menjadi tape, prosesnya sama persis dengan cara membuat tape dari singkong, rasanya pun tidak jauh berbeda, sedikit asem tetapi manis dan tentunya enak.

Jadi, sebenarnya tape dapat dibuat dari berbagai bahan yang lain. Dengan penelitian ini penulis ini berharap tape ketela dapat dijadikan komoditi asli Indonesia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.Ketela dapat dibuat menjadi tape.
2.Rasa dari tape ketela sama dengan rasa dari tape singkong.
3.Proses pembuatan tape ketela sama dengan tape singkong.
4.Tape dapat dibuat dari berbagai bahan.

B. Saran dan Harapan
1.Semoga hasil penelitian kami dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
2.Semoga penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Triyanto, Drs. 2001. Fermented Food. Semarang : Aneka Ilmu
Purwono, Hendra 2000. Aneka Masakan Indonesia. Yogyakarta : Gramedia
www.wikipedia.com

LAMPIRAN

Reaksi: 

Kamis, 02 Februari 2012

pngantar...........

                                               KATA PENGANTAR

        Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena
    hanya dengan rahmat_Nya dan perkena_Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
    penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dengan tanpa halangan suatu apapaun selanjutnya,
    ucapan terimah kasih penulis haturkan kepada :
               1) Drs.Pamuji Santoso, selaku kepala sekolah SMP Sabilillah.
               2) Drs. Kasyanto, selaku Guru pembimbing yang telah memberi pengarahan
                   dan masukan sehingga dapat terselesaikan penyusunan KTI ini.
               3) Bapak dan Ibu Dewan Guru SMP Sabilillah.
               4) Teman-teman yang telah turut membantu dalam penyelesaian susunan KTI ini.

        Dalam penyusunan KTI ini, penulis sadari bahwa penyusunan ini tidaklah sempurna
          untuk itu kritik atau pengarahan penulis harapkan demi perbaikan penyusunan ini,
          dengan itu kepada pihak yang bersangkutan penulis ucapkan terima kasih.
         


                                                                                                                                                                   

                                                                                                03 februari 2012

                                                                                                             penulis

Senin, 30 Januari 2012

kata pengantar.....................

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

Inokulum tape, atau sering disebut ragi tape, telah lama diteliti. Dwidjoseputro & Wolf (1970) merupakan salah satu peneliti pertama yang berusaha mengidentifikasi mikroorganisme dari ragi tape dan berhasil mengidentifikasi dua spesies khamir yaitu Candida lactosa dan Pichia malanga. Djien (1972) adalah peneliti lain yang berhasil mengidentifikasi kapang Chlamydomucor oryzae, lima spesies dari genus Mucor dan satu spesies Rhizopus, serta khamir Pichia burtonii dan Endomycopsis fibuliger dari ragi tape. Chlamydomucor oryzae merupakan sinonim dari Amylomyces rouxii, dan nama terakhir tersebut merupakan nama yang sekarang digunakan (Ellis et al. 1976), Endomycopsis fibuliger dan Candida lactosa merupakan sinonim dari Saccharomycopsis fibuligera (Barnett et al. 2000), sedangkan Pichia malanga merupakan sinonim Saccharomycopsis malanga (Barnett et al. 2000). Penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan spesies-spesies lain yang terdapat dalam ragi tape selain yang telah disebutkan di atas, antara lain khamir Candida utilis dan Saccharomyces cerevisiae,serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. (Gandjar 2003).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.

Komentar *

1) Re: Misteri di Balik Tape
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

Inokulum tape, atau sering disebut ragi tape, telah lama diteliti. Dwidjoseputro & Wolf (1970) merupakan salah satu peneliti pertama yang berusaha mengidentifikasi mikroorganisme dari ragi tape dan berhasil mengidentifikasi dua spesies khamir yaitu Candida lactosa dan Pichia malanga. Djien (1972) adalah peneliti lain yang berhasil mengidentifikasi kapang Chlamydomucor oryzae, lima spesies dari genus Mucor dan satu spesies Rhizopus, serta khamir Pichia burtonii dan Endomycopsis fibuliger dari ragi tape. Chlamydomucor oryzae merupakan sinonim dari Amylomyces rouxii, dan nama terakhir tersebut merupakan nama yang sekarang digunakan (Ellis et al. 1976), Endomycopsis fibuliger dan Candida lactosa merupakan sinonim dari Saccharomycopsis fibuligera (Barnett et al. 2000), sedangkan Pichia malanga merupakan sinonim Saccharomycopsis malanga (Barnett et al. 2000). Penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan spesies-spesies lain yang terdapat dalam ragi tape selain yang telah disebutkan di atas, antara lain khamir Candida utilis dan Saccharomyces cerevisiae,serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. (Gandjar 2003).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.

Komentar *

1) Re: Misteri di Balik Tape

...hhn

MANFAAT BERAS MERAH

Sumber :www.tribun-timur.com
Manfaat beras merah
- Mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan
- Menurunkan Risiko Diabetes
- Meningkatkan perkembangan otak
- Menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.
- Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk mencegah beri-beri pada bayi
- Kaya kandungan vitamin dan mineral-mineral penting bagi tubuh
- Mengandung selenium yangmempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain



Sumber :http://health.detik.com

Beras Merah Menurunkan Risiko Diabetes
Cambridge, Tak banyak yang mengonsumsi beras merah, karena terkadang warna yang dihasilkan tidak menarik perhatian. Tapi kini tak ada salahnya jika ingin beralih ke beras merah, karena studi menunjukkan beras merah bisa mengurangi risiko diabetes.

Peneliti dari Harvard School of Public Health menuturkan bahwa beras merah hanya sedikit meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dibandingkan dengan beras putih. Hasil yang didapatkan dari studi ini adalah mengganti sepertiga porsi beras putih dengan beras merah bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 16 persen.

"Jika mengonsumsi beras putih maka indeks glikemiknya tinggi serta kandungan glukosanya juga tinggi. Selain itu konsekuensi lain dari proses pemurnian yang dilakukan bisa membuat beras kehilangan serat, vitamin, magnesium dan mineral lainnya," ujar penulis Dr Qi Sun, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (15/6/2010).

Dr Sun menambahkan jika melalui proses pemurnian, maka kulit dari beras yang utuh dibuang untuk mendapatkan beras putih. Hal inilah yang membuat beberapa kandungan dari beras ikut hilang, kandungan-kandungan ini diduga bisa membantu melindungi seseorang dari diabetes.

"Dilihat dari sudut pandang kesehatan, menggantikan beras putih dengan beras merah juga bisa memberikan manfaat kesehatan lainnya. Hal ini menjadi sangat penting karena beras telah menjadi makanan pokok di negara-negara Asia selama berabad-abad," ungkap Dr Sun.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang setiap tahun jumlahnya meningkat, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perubahan gaya hidup. Orang yang dengan diabetes memiliki masalah dalam mensintetis gula sehingga tingkat kadar gula dalam darahnya tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu risiko komplikasi dari diabetes sangat beragam karena bisa menyerang berbagai organ yang ada di dalam tubuh. Karena itu tak ada salahnya untuk mulai mengganti beras putih yang dikonsumsi dengan beras merah.

Beras Merah Jaga Gula Darah
Sumber : http://kesehatan.kompas.com

Diabetes melitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Jumlah penderita penyakit ini terus meningkat drastis, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pola makan yang baik.

Dari strategi tersebut, berbagai penelitian telah menunjukkan, mengganti jenis makanan yang dikonsumsi efektif untuk mengontrol kadar gula darah. Salah satunya adalah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau roti dari serelia utuh.

Publikasi terbaru dari peneliti Harvard yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah dan bahan makanan dari serelia utuh merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes karena menaikkan gula darah perlahan-lahan.

Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang Amerika diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.

Sebaliknya, orang yang makan beras merah risikonya untuk terkena diabetes turun hingga 11 persen. Manfaat yang sama juga ditemukan jika kita mengganti nasi putih dengan serelia utuh, termasuk roti atau pasta.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.

Seperti halnya serelia utuh, beras merah juga kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap atau disebut juga memiliki indeks glikemik rendah. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi dari beras merah atau serelia utuh.

Sumber :http://id.shvoong.com

Sering kita jumpai, bahwa sebagian makanan instan dari bayi terbuat dari beras merah, tapi mengapa kita tidak pernah berpikir, bahwa beras merah jarang dikonsumsi oleh orang dewasa. Sedangkan yang kita jumpai dirumah ataupun direstaurant hanyalah beras yang berwarna putih. Tidak tahukah kita, bahwa manfaat beras merah di tubuh sebenarnya jauh lebih sehat dibandingkan beras putih, hanya saja mungkin kita hanya memikirkan rasa yang enak dari beras putih,dibandingkan kita harus memilih beras merah yang sebenarnya jauh lebih sehat dari pada beras putih. Mau tahu manfaat apa yang terkandung dalam beras merah? Ayo, kita baca terus ulasan dibawah ini.
Manfaat kesehatan dari beras merah adalah sebagai sumber serat yang berguna bagi orang-orang yang khawatir akan resiko kanker usus, yang mana dapat meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain itu juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi resiko kanker usus.

Suatu studi di Universitas Negara Bagian Lousiana, AS, menyatakan bahwa beras merah mengandung serat yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat ( LDL ), menghambat aterosklerosis, dan juga berperan dalam mengkontrol tingkat kadar gula darah dalam tubuh, sehingga juga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes.
Menurut Riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, mengatakan bahwa beras merah mengandung fenolik, salah satu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker.
Selain itu beras merah mengandung magnesium yang mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migran, dan menurunkan resiko serangan jantung serta stroke.
Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga berguna untuk kesehatan tulang. Sekitar dua per tiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium.
Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salah satu pakan paling menyehatkan di dunia, jadi mengapa kita sekarang tidak mencoba untuk mengkonsumsi dan memperhatikannya manfaatnya.


Sumber :http://dedesuhaya.blogspot.com
Perbedaan antara beras merah dan beras putih tidak sekadar soal warna. Sebutir beras memiliki beberapa lapisan. Hanya lapisan paling luar, yaitu kulit padi atau sekam, yang dihilangkan dalam memproduksi beras merah. Sekali proses penggilingan ini menghasilkan yang namanya beras merah pecah kulit. Komoditas inilah yang biasa digunakan sebagai campuran makanan instan bayi atau dijual sebagai pakan burung. Proses ini sedikit merusak nilai nutrisi beras.

Bila beras merah selanjutnya digiling beberapa kali, akan menghilangkan dedak dan lapisan lembaga, hasilnya adalah beras putih, sebagai beras yang telah kehilangan banyak zat gizinya. Penggosokan (digiling dan dicuci berkali-kali) akan menghilangkan lapisan aleurone butir beras – suatu lapisan yang mengandung lemak-lemak esensial yang berguna bagi kesehatan. Bila lemak ini bersentuhan dengan udara pada proses pembersihan, akan sangat sensitif sehingga terjadi oksidasi. Pembersihan lapisan ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan simpan komoditas ini. Hasilnya berupa beras putih yang tak ada bedanya dengan tepung yang dimurnikan, yang terbuang sebagian besar gizi aslinya.

Dalam setiap 50 gram sajian beras merah, mengandung 4 gr protein, 55 mg magnesium. Ia juga memiliki 1 mg lemak dan serat plus sejumlah mineral lainnya minus sodium, selebihnya adalah karbohidrat. Bila dilakukan penggilingan dan pencucian berkali-kali pada beras merah hingga menjadi putih, terbukti bisa merusak 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengahnya mangan, setengahnya fosfor, 60% besi, dan menghilangkan serat serta asam lemak esensialnya. Untuk menggantikan zat gizi yang hilang dalam proses penggilingan dan penggosokan ini, biasanya dilakukan “pengayaan” dengan vitamin B1, B3 dan besi. Namun upaya ini tidak memulihkan sepenuhnya, sekurangnya 11 zat gizi hilang dan tidak dapat digantikan dengan proses ”pengayaan” ini.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi beras merah secara teratur, ada banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh.

Dalam peringkat makanan, beras merah menduduki ranking pertama sebagai sumber mangan, selain sumber mineral selenium dan magnesium. Cukup secangkir beras merah mampu menyediakan 88% mangan setiap harinya. Mineral ini membantu menghasilkan energi dari protein dan karbohidrat, mineral ini pun memegang peran utama dalam sintesa asam-asam lemak yang penting untuk kesehatan sistem saraf, dan dalam produksi kolesterol, yang digunakan tubuh dalam menghasilkan hormon-hormon seks. Mangan juga komponen yang penting bagi enzim antioksidan penting yang disebut superoxide dismutase yang memberi perlindungan akibat radikal bebas selama proses metabolisme dalam tubuh.

Bagi orang-orang yang khawatir akan risiko kanker usus, beras merah memiliki dua fungsi, selain sumber serat yang perlu untuk meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi risiko kanker usus.

Walaupun butiran beras ini mengandung minyak, namun kolesterolnya sangat rendah, bahkan dalam suatu studi di Universitas Negara Bagian Louisiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak beras ini bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) pada tubuh manusia.

Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% serat setiap harinya. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis. Serat beras merah pun berperan dalam mengontrol tingkat gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderirta diabetes.

Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salahsatu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tsb adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum 77.

Magnesium, yang terkandung dalam beras merah, menurut beberapa studi mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migrain, dan menurunkan risiko serangan jantung serta struk. Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Sekitar dua pertiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium.

Itulah ’sebagian kecil’ dari segudang manfaat mengkonsumsi beras merah, tak akan cukup membahasnya dalam forum terbatas ini. Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salahsatu pakan paling menyehatkan di dunia. Jadi, mengapa kita tidak mencoba mempopulerkan lagi makanan pokok berkhasiat ini. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***


Tips Memilih dan Menyimpan Beras Merah

BERAS biasanya dijual dalam bentuk karungan, dibungkus dengan kemasan dengan mencantumkan harga, dan eceran atau curah. Bila membeli beras merah dalam bentuk kemasan, periksa tanggal kedaluarsanya, berhubung dengan minyak-minyak alamiah yang terkandung, beras merah berpotensi menjadi tengik bila disimpan terlalu lama di udara terbuka.

Untuk menghindari zat-zat pencemar yang malah merugikan tubuh, usahakan memilih beras merah yang ditanam petani secara organik. Beras dari padi yang dibudidaya secara konvensional berpotensi mengandung residu pestisida atau pupuk kimia.

Bila membeli beras dalam jumlah banyak, yakinkan wadah yang berisi beras itu ditutup dan toko tersebut memiliki penggantian produk (turnover) yang baik untuk meyakinkan kesegaran produk yang maksimal. Dimanapun membeli beras dalam jumlah banyak atau dalam kemasan paket, yakinkan tidak terdapatnya uap air.

Karena beras merah masih mengandung lembaga yang kaya minyak, ia sangat sensitif menjadi tengik dibanding beras putih, dan sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Sebelumnya dibungkus dengan wadah kedap udara, beras merah akan tetap segar disimpan dalam jangka waktu sekitar enam bulan.

Sementara varietas beras putih juga sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, juga bisa disimpan di tempat sejuk dan kering. Disimpan dengan benar, beras putih akan tahan hingga satu tahun.

Penyimpanan nasi atau beras yang sudah ditanak merupakan kontroversi. Beberapa organisasi merekomendasi 4-7 hari penyimpanan di dalam lemari pendingin, namun beberapa pakar tidak menyarankan menyimpannya terlalu lama. Sebaiknya satu kali menanak nasi langsung dikonsumsi jangan disisakan. Nasi yang disimpan terlalu lama pada suhu tertentu apalagi hadirnya uap air, spora bakteri, atau jamur, berpotensi mengandung toksin.


Sumber : http://www.parentsguide.co.id

Nilai gizi beras bergantung pada jenisnya. Dari sisi jenis, masyarakat
menggolongkan beras menjadi tiga golongan: beras putih (dipisahkan lagi
menjadi pulen dan pera), beras ketan, dan beras merah. Tetapi, apa pun
nama berasnya, yang awam tahu tentangnya, bahan ini hanyalah sumber
karbohidrat semata, pengenyang pemt, 'bensin' untuk beraktivitas.

Padahal, jika saja mau sedikit iseng 'membongkarnya', utamanya beras
merah, beras memiliki banyak manfaat lain. Beras merah punya kandungan
gizi yang jauh lebih baik dibanding beras putih.

Sebabnya, karena, umumnya beras putih berasal dari beras yang telah
digiling sehingga sudah hilang kulit arinya, sementara beras merah
berasal dari beras tumbuk, yang kulit arinya tak banyak hilang.

Padahal kulit ari beras mengandung zat-zat gizi yang penting bagi tubuh,
di dalam kulit ari tersebut kaya serat dan minyak alami. Serat tak hanya
mengenyangkan, namun juga mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan.

Jika ditilik, dalam satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram
serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram. Banyak manfaat dari
mengonsumsi beras merah, yakni dapat meningkatkan perkembangan otak dan menurunkan kolesterol darah. Sebut saja, lemak, dalam kulit ari
kebanyakan merupakan lemak esensial, yang sangat dibutuhkan untuk
perkembangan otak anak. Sedangkan senyawa-senyawa dalam lemak kulit ari juga dapat menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.


Jika dilihat dari segi kandungan vitamin dan mineral, beras merah pun
lebih unggul. Kandungan vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras
putih. Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk
mencegah beri-beri pada bayi. Zat besinya juga lebih tinggi, membantu
bayi usia 6 bulan ke atas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak
lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Belum lagi vitamin dan mineral-mineral
penting lainnya. Sayangnya kita lebih familiar dengan beras putih.
Jarang sekali di dalam keluarga mengonsumsinya. Nah, jika ingin keluarga
sehat, mulailah mengonsumsi beras merah.



Cegah Kanker

Beras merah telah Renal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu
benda ini dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan
kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih,
kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr),
tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang
dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).
Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin
disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg 0,31 mg.


Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam
keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan
berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, sernutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan). Dan selenium.

Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase.

Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan, peroksida
menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah
menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh
dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Cara Membuatnya : hampir sama dengan memasak nasi putih, untuk membuatnaya lebih harum dan menggugah selera tambahkan 2 lembar daun pandan dan 1 batang sereh nyang sudah digeprak keharumannya akan menambah selera makan

Sumber : www.inilah.com
Sudah terbukti khasiat dan manfaat kandungan dalam beras merah, contoh 1 gelas air tajin beras merah yang dicampur dengan berbagai dengan bahan lain, seperti madu, air perasan jeruk lemon, dan kurma berguna untuk mengatasi ambeien, gangguan pencernaan, impotensi, asma dan meningkatkan daya seksual serta peremajaan kulit.

Khasiat beras merah adalah menghaluskan kulit, mencegah dan mengatasi penyakit kulit, alergi kulit, liver, diabetes, pengerasan pembuluh darah, hypertensi, kurang darah, sakit pinggang, pegal pada bahu, reumatik persendian, mengatasi baal, meningkatkan nafsu makan, menguatkan organ tubuh, serta menguatkan stamina.

Juga mengatasi sakit kepal, pusing, bimbang, suka tidur, cepat lelah, konsentrasi lemah, flu, dan mengatasi ketombe. Termasuk gangguan pencernaan, perut kembung, rabun mata, panas dingin, sembelit, beri-beri, dan lain-lain.

Penggunaan beras merah tidak hanya disajikan sebagai nasi saja, tapi bisa juga difermentasikan agar mudah disajikan. Cara pembuatan fermentasi beras merah menjadi bubuk yakni 500 gram beras merah dicuci lalu ditanak sebagaimana menanak nasi. Kemudian difermentasikan 5 gram bubuk ragi tape. Lalu masukkan nasi ke dalam panci dan tutup yang rapat simpan di tempat yang gelap selama 3 atau 4 hari.

Setelah jadi tape, beras merah kemudian dijemur di bawah terik matahari, sambil dibolak-balik sampai benar-benar kering dan kemudian digiling atau ditumbuk rata dan menjadi bubuk tepung tape beras merah.

Setelah jadi tepung tape beras merah simpan di dalam toples yang bersih dan kering. Dan simpanlah dalam lemari yang steril. Gunakan tepung tape beras merah untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit dengan dosis disesuaikan serta tambahkan bahan lainnya yang bisa mempercepat kesembuhan.

MANFAAT BERAS MERAH

Sumber :www.tribun-timur.com
Manfaat beras merah
- Mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan
- Menurunkan Risiko Diabetes
- Meningkatkan perkembangan otak
- Menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.
- Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk mencegah beri-beri pada bayi
- Kaya kandungan vitamin dan mineral-mineral penting bagi tubuh
- Mengandung selenium yangmempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain



Sumber :http://health.detik.com

Beras Merah Menurunkan Risiko Diabetes
Cambridge, Tak banyak yang mengonsumsi beras merah, karena terkadang warna yang dihasilkan tidak menarik perhatian. Tapi kini tak ada salahnya jika ingin beralih ke beras merah, karena studi menunjukkan beras merah bisa mengurangi risiko diabetes.

Peneliti dari Harvard School of Public Health menuturkan bahwa beras merah hanya sedikit meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dibandingkan dengan beras putih. Hasil yang didapatkan dari studi ini adalah mengganti sepertiga porsi beras putih dengan beras merah bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 16 persen.

"Jika mengonsumsi beras putih maka indeks glikemiknya tinggi serta kandungan glukosanya juga tinggi. Selain itu konsekuensi lain dari proses pemurnian yang dilakukan bisa membuat beras kehilangan serat, vitamin, magnesium dan mineral lainnya," ujar penulis Dr Qi Sun, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (15/6/2010).

Dr Sun menambahkan jika melalui proses pemurnian, maka kulit dari beras yang utuh dibuang untuk mendapatkan beras putih. Hal inilah yang membuat beberapa kandungan dari beras ikut hilang, kandungan-kandungan ini diduga bisa membantu melindungi seseorang dari diabetes.

"Dilihat dari sudut pandang kesehatan, menggantikan beras putih dengan beras merah juga bisa memberikan manfaat kesehatan lainnya. Hal ini menjadi sangat penting karena beras telah menjadi makanan pokok di negara-negara Asia selama berabad-abad," ungkap Dr Sun.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang setiap tahun jumlahnya meningkat, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perubahan gaya hidup. Orang yang dengan diabetes memiliki masalah dalam mensintetis gula sehingga tingkat kadar gula dalam darahnya tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu risiko komplikasi dari diabetes sangat beragam karena bisa menyerang berbagai organ yang ada di dalam tubuh. Karena itu tak ada salahnya untuk mulai mengganti beras putih yang dikonsumsi dengan beras merah.

Beras Merah Jaga Gula Darah
Sumber : http://kesehatan.kompas.com

Diabetes melitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Jumlah penderita penyakit ini terus meningkat drastis, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pola makan yang baik.

Dari strategi tersebut, berbagai penelitian telah menunjukkan, mengganti jenis makanan yang dikonsumsi efektif untuk mengontrol kadar gula darah. Salah satunya adalah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau roti dari serelia utuh.

Publikasi terbaru dari peneliti Harvard yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah dan bahan makanan dari serelia utuh merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes karena menaikkan gula darah perlahan-lahan.

Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang Amerika diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.

Sebaliknya, orang yang makan beras merah risikonya untuk terkena diabetes turun hingga 11 persen. Manfaat yang sama juga ditemukan jika kita mengganti nasi putih dengan serelia utuh, termasuk roti atau pasta.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.

Seperti halnya serelia utuh, beras merah juga kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap atau disebut juga memiliki indeks glikemik rendah. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi dari beras merah atau serelia utuh.

Sumber :http://id.shvoong.com

Sering kita jumpai, bahwa sebagian makanan instan dari bayi terbuat dari beras merah, tapi mengapa kita tidak pernah berpikir, bahwa beras merah jarang dikonsumsi oleh orang dewasa. Sedangkan yang kita jumpai dirumah ataupun direstaurant hanyalah beras yang berwarna putih. Tidak tahukah kita, bahwa manfaat beras merah di tubuh sebenarnya jauh lebih sehat dibandingkan beras putih, hanya saja mungkin kita hanya memikirkan rasa yang enak dari beras putih,dibandingkan kita harus memilih beras merah yang sebenarnya jauh lebih sehat dari pada beras putih. Mau tahu manfaat apa yang terkandung dalam beras merah? Ayo, kita baca terus ulasan dibawah ini.
Manfaat kesehatan dari beras merah adalah sebagai sumber serat yang berguna bagi orang-orang yang khawatir akan resiko kanker usus, yang mana dapat meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain itu juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi resiko kanker usus.

Suatu studi di Universitas Negara Bagian Lousiana, AS, menyatakan bahwa beras merah mengandung serat yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat ( LDL ), menghambat aterosklerosis, dan juga berperan dalam mengkontrol tingkat kadar gula darah dalam tubuh, sehingga juga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes.
Menurut Riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, mengatakan bahwa beras merah mengandung fenolik, salah satu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker.
Selain itu beras merah mengandung magnesium yang mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migran, dan menurunkan resiko serangan jantung serta stroke.
Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga berguna untuk kesehatan tulang. Sekitar dua per tiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium.
Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salah satu pakan paling menyehatkan di dunia, jadi mengapa kita sekarang tidak mencoba untuk mengkonsumsi dan memperhatikannya manfaatnya.


Sumber :http://dedesuhaya.blogspot.com
Perbedaan antara beras merah dan beras putih tidak sekadar soal warna. Sebutir beras memiliki beberapa lapisan. Hanya lapisan paling luar, yaitu kulit padi atau sekam, yang dihilangkan dalam memproduksi beras merah. Sekali proses penggilingan ini menghasilkan yang namanya beras merah pecah kulit. Komoditas inilah yang biasa digunakan sebagai campuran makanan instan bayi atau dijual sebagai pakan burung. Proses ini sedikit merusak nilai nutrisi beras.

Bila beras merah selanjutnya digiling beberapa kali, akan menghilangkan dedak dan lapisan lembaga, hasilnya adalah beras putih, sebagai beras yang telah kehilangan banyak zat gizinya. Penggosokan (digiling dan dicuci berkali-kali) akan menghilangkan lapisan aleurone butir beras – suatu lapisan yang mengandung lemak-lemak esensial yang berguna bagi kesehatan. Bila lemak ini bersentuhan dengan udara pada proses pembersihan, akan sangat sensitif sehingga terjadi oksidasi. Pembersihan lapisan ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan simpan komoditas ini. Hasilnya berupa beras putih yang tak ada bedanya dengan tepung yang dimurnikan, yang terbuang sebagian besar gizi aslinya.

Dalam setiap 50 gram sajian beras merah, mengandung 4 gr protein, 55 mg magnesium. Ia juga memiliki 1 mg lemak dan serat plus sejumlah mineral lainnya minus sodium, selebihnya adalah karbohidrat. Bila dilakukan penggilingan dan pencucian berkali-kali pada beras merah hingga menjadi putih, terbukti bisa merusak 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengahnya mangan, setengahnya fosfor, 60% besi, dan menghilangkan serat serta asam lemak esensialnya. Untuk menggantikan zat gizi yang hilang dalam proses penggilingan dan penggosokan ini, biasanya dilakukan “pengayaan” dengan vitamin B1, B3 dan besi. Namun upaya ini tidak memulihkan sepenuhnya, sekurangnya 11 zat gizi hilang dan tidak dapat digantikan dengan proses ”pengayaan” ini.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi beras merah secara teratur, ada banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh.

Dalam peringkat makanan, beras merah menduduki ranking pertama sebagai sumber mangan, selain sumber mineral selenium dan magnesium. Cukup secangkir beras merah mampu menyediakan 88% mangan setiap harinya. Mineral ini membantu menghasilkan energi dari protein dan karbohidrat, mineral ini pun memegang peran utama dalam sintesa asam-asam lemak yang penting untuk kesehatan sistem saraf, dan dalam produksi kolesterol, yang digunakan tubuh dalam menghasilkan hormon-hormon seks. Mangan juga komponen yang penting bagi enzim antioksidan penting yang disebut superoxide dismutase yang memberi perlindungan akibat radikal bebas selama proses metabolisme dalam tubuh.

Bagi orang-orang yang khawatir akan risiko kanker usus, beras merah memiliki dua fungsi, selain sumber serat yang perlu untuk meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi risiko kanker usus.

Walaupun butiran beras ini mengandung minyak, namun kolesterolnya sangat rendah, bahkan dalam suatu studi di Universitas Negara Bagian Louisiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak beras ini bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) pada tubuh manusia.

Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% serat setiap harinya. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis. Serat beras merah pun berperan dalam mengontrol tingkat gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderirta diabetes.

Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salahsatu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tsb adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum 77.

Magnesium, yang terkandung dalam beras merah, menurut beberapa studi mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migrain, dan menurunkan risiko serangan jantung serta struk. Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Sekitar dua pertiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium.

Itulah ’sebagian kecil’ dari segudang manfaat mengkonsumsi beras merah, tak akan cukup membahasnya dalam forum terbatas ini. Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salahsatu pakan paling menyehatkan di dunia. Jadi, mengapa kita tidak mencoba mempopulerkan lagi makanan pokok berkhasiat ini. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***


Tips Memilih dan Menyimpan Beras Merah

BERAS biasanya dijual dalam bentuk karungan, dibungkus dengan kemasan dengan mencantumkan harga, dan eceran atau curah. Bila membeli beras merah dalam bentuk kemasan, periksa tanggal kedaluarsanya, berhubung dengan minyak-minyak alamiah yang terkandung, beras merah berpotensi menjadi tengik bila disimpan terlalu lama di udara terbuka.

Untuk menghindari zat-zat pencemar yang malah merugikan tubuh, usahakan memilih beras merah yang ditanam petani secara organik. Beras dari padi yang dibudidaya secara konvensional berpotensi mengandung residu pestisida atau pupuk kimia.

Bila membeli beras dalam jumlah banyak, yakinkan wadah yang berisi beras itu ditutup dan toko tersebut memiliki penggantian produk (turnover) yang baik untuk meyakinkan kesegaran produk yang maksimal. Dimanapun membeli beras dalam jumlah banyak atau dalam kemasan paket, yakinkan tidak terdapatnya uap air.

Karena beras merah masih mengandung lembaga yang kaya minyak, ia sangat sensitif menjadi tengik dibanding beras putih, dan sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Sebelumnya dibungkus dengan wadah kedap udara, beras merah akan tetap segar disimpan dalam jangka waktu sekitar enam bulan.

Sementara varietas beras putih juga sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, juga bisa disimpan di tempat sejuk dan kering. Disimpan dengan benar, beras putih akan tahan hingga satu tahun.

Penyimpanan nasi atau beras yang sudah ditanak merupakan kontroversi. Beberapa organisasi merekomendasi 4-7 hari penyimpanan di dalam lemari pendingin, namun beberapa pakar tidak menyarankan menyimpannya terlalu lama. Sebaiknya satu kali menanak nasi langsung dikonsumsi jangan disisakan. Nasi yang disimpan terlalu lama pada suhu tertentu apalagi hadirnya uap air, spora bakteri, atau jamur, berpotensi mengandung toksin.


Sumber : http://www.parentsguide.co.id

Nilai gizi beras bergantung pada jenisnya. Dari sisi jenis, masyarakat
menggolongkan beras menjadi tiga golongan: beras putih (dipisahkan lagi
menjadi pulen dan pera), beras ketan, dan beras merah. Tetapi, apa pun
nama berasnya, yang awam tahu tentangnya, bahan ini hanyalah sumber
karbohidrat semata, pengenyang pemt, 'bensin' untuk beraktivitas.

Padahal, jika saja mau sedikit iseng 'membongkarnya', utamanya beras
merah, beras memiliki banyak manfaat lain. Beras merah punya kandungan
gizi yang jauh lebih baik dibanding beras putih.

Sebabnya, karena, umumnya beras putih berasal dari beras yang telah
digiling sehingga sudah hilang kulit arinya, sementara beras merah
berasal dari beras tumbuk, yang kulit arinya tak banyak hilang.

Padahal kulit ari beras mengandung zat-zat gizi yang penting bagi tubuh,
di dalam kulit ari tersebut kaya serat dan minyak alami. Serat tak hanya
mengenyangkan, namun juga mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan.

Jika ditilik, dalam satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram
serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram. Banyak manfaat dari
mengonsumsi beras merah, yakni dapat meningkatkan perkembangan otak dan menurunkan kolesterol darah. Sebut saja, lemak, dalam kulit ari
kebanyakan merupakan lemak esensial, yang sangat dibutuhkan untuk
perkembangan otak anak. Sedangkan senyawa-senyawa dalam lemak kulit ari juga dapat menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.


Jika dilihat dari segi kandungan vitamin dan mineral, beras merah pun
lebih unggul. Kandungan vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras
putih. Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk
mencegah beri-beri pada bayi. Zat besinya juga lebih tinggi, membantu
bayi usia 6 bulan ke atas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak
lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Belum lagi vitamin dan mineral-mineral
penting lainnya. Sayangnya kita lebih familiar dengan beras putih.
Jarang sekali di dalam keluarga mengonsumsinya. Nah, jika ingin keluarga
sehat, mulailah mengonsumsi beras merah.



Cegah Kanker

Beras merah telah Renal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu
benda ini dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan
kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih,
kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr),
tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang
dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).
Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin
disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg 0,31 mg.


Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam
keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan
berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, sernutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan). Dan selenium.

Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase.

Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan, peroksida
menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah
menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh
dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Cara Membuatnya : hampir sama dengan memasak nasi putih, untuk membuatnaya lebih harum dan menggugah selera tambahkan 2 lembar daun pandan dan 1 batang sereh nyang sudah digeprak keharumannya akan menambah selera makan

Sumber : www.inilah.com
Sudah terbukti khasiat dan manfaat kandungan dalam beras merah, contoh 1 gelas air tajin beras merah yang dicampur dengan berbagai dengan bahan lain, seperti madu, air perasan jeruk lemon, dan kurma berguna untuk mengatasi ambeien, gangguan pencernaan, impotensi, asma dan meningkatkan daya seksual serta peremajaan kulit.

Khasiat beras merah adalah menghaluskan kulit, mencegah dan mengatasi penyakit kulit, alergi kulit, liver, diabetes, pengerasan pembuluh darah, hypertensi, kurang darah, sakit pinggang, pegal pada bahu, reumatik persendian, mengatasi baal, meningkatkan nafsu makan, menguatkan organ tubuh, serta menguatkan stamina.

Juga mengatasi sakit kepal, pusing, bimbang, suka tidur, cepat lelah, konsentrasi lemah, flu, dan mengatasi ketombe. Termasuk gangguan pencernaan, perut kembung, rabun mata, panas dingin, sembelit, beri-beri, dan lain-lain.

Penggunaan beras merah tidak hanya disajikan sebagai nasi saja, tapi bisa juga difermentasikan agar mudah disajikan. Cara pembuatan fermentasi beras merah menjadi bubuk yakni 500 gram beras merah dicuci lalu ditanak sebagaimana menanak nasi. Kemudian difermentasikan 5 gram bubuk ragi tape. Lalu masukkan nasi ke dalam panci dan tutup yang rapat simpan di tempat yang gelap selama 3 atau 4 hari.

Setelah jadi tape, beras merah kemudian dijemur di bawah terik matahari, sambil dibolak-balik sampai benar-benar kering dan kemudian digiling atau ditumbuk rata dan menjadi bubuk tepung tape beras merah.

Setelah jadi tepung tape beras merah simpan di dalam toples yang bersih dan kering. Dan simpanlah dalam lemari yang steril. Gunakan tepung tape beras merah untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit dengan dosis disesuaikan serta tambahkan bahan lainnya yang bisa mempercepat kesembuhan.

MANFAAT BERAS MERAH

Sumber :www.tribun-timur.com
Manfaat beras merah
- Mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan
- Menurunkan Risiko Diabetes
- Meningkatkan perkembangan otak
- Menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.
- Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk mencegah beri-beri pada bayi
- Kaya kandungan vitamin dan mineral-mineral penting bagi tubuh
- Mengandung selenium yangmempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain



Sumber :http://health.detik.com

Beras Merah Menurunkan Risiko Diabetes
Cambridge, Tak banyak yang mengonsumsi beras merah, karena terkadang warna yang dihasilkan tidak menarik perhatian. Tapi kini tak ada salahnya jika ingin beralih ke beras merah, karena studi menunjukkan beras merah bisa mengurangi risiko diabetes.

Peneliti dari Harvard School of Public Health menuturkan bahwa beras merah hanya sedikit meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dibandingkan dengan beras putih. Hasil yang didapatkan dari studi ini adalah mengganti sepertiga porsi beras putih dengan beras merah bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 16 persen.

"Jika mengonsumsi beras putih maka indeks glikemiknya tinggi serta kandungan glukosanya juga tinggi. Selain itu konsekuensi lain dari proses pemurnian yang dilakukan bisa membuat beras kehilangan serat, vitamin, magnesium dan mineral lainnya," ujar penulis Dr Qi Sun, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (15/6/2010).

Dr Sun menambahkan jika melalui proses pemurnian, maka kulit dari beras yang utuh dibuang untuk mendapatkan beras putih. Hal inilah yang membuat beberapa kandungan dari beras ikut hilang, kandungan-kandungan ini diduga bisa membantu melindungi seseorang dari diabetes.

"Dilihat dari sudut pandang kesehatan, menggantikan beras putih dengan beras merah juga bisa memberikan manfaat kesehatan lainnya. Hal ini menjadi sangat penting karena beras telah menjadi makanan pokok di negara-negara Asia selama berabad-abad," ungkap Dr Sun.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang setiap tahun jumlahnya meningkat, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perubahan gaya hidup. Orang yang dengan diabetes memiliki masalah dalam mensintetis gula sehingga tingkat kadar gula dalam darahnya tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu risiko komplikasi dari diabetes sangat beragam karena bisa menyerang berbagai organ yang ada di dalam tubuh. Karena itu tak ada salahnya untuk mulai mengganti beras putih yang dikonsumsi dengan beras merah.

Beras Merah Jaga Gula Darah
Sumber : http://kesehatan.kompas.com

Diabetes melitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Jumlah penderita penyakit ini terus meningkat drastis, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pola makan yang baik.

Dari strategi tersebut, berbagai penelitian telah menunjukkan, mengganti jenis makanan yang dikonsumsi efektif untuk mengontrol kadar gula darah. Salah satunya adalah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau roti dari serelia utuh.

Publikasi terbaru dari peneliti Harvard yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah dan bahan makanan dari serelia utuh merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes karena menaikkan gula darah perlahan-lahan.

Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang Amerika diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.

Sebaliknya, orang yang makan beras merah risikonya untuk terkena diabetes turun hingga 11 persen. Manfaat yang sama juga ditemukan jika kita mengganti nasi putih dengan serelia utuh, termasuk roti atau pasta.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.

Seperti halnya serelia utuh, beras merah juga kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap atau disebut juga memiliki indeks glikemik rendah. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi dari beras merah atau serelia utuh.

Sumber :http://id.shvoong.com

Sering kita jumpai, bahwa sebagian makanan instan dari bayi terbuat dari beras merah, tapi mengapa kita tidak pernah berpikir, bahwa beras merah jarang dikonsumsi oleh orang dewasa. Sedangkan yang kita jumpai dirumah ataupun direstaurant hanyalah beras yang berwarna putih. Tidak tahukah kita, bahwa manfaat beras merah di tubuh sebenarnya jauh lebih sehat dibandingkan beras putih, hanya saja mungkin kita hanya memikirkan rasa yang enak dari beras putih,dibandingkan kita harus memilih beras merah yang sebenarnya jauh lebih sehat dari pada beras putih. Mau tahu manfaat apa yang terkandung dalam beras merah? Ayo, kita baca terus ulasan dibawah ini.
Manfaat kesehatan dari beras merah adalah sebagai sumber serat yang berguna bagi orang-orang yang khawatir akan resiko kanker usus, yang mana dapat meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain itu juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi resiko kanker usus.

Suatu studi di Universitas Negara Bagian Lousiana, AS, menyatakan bahwa beras merah mengandung serat yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat ( LDL ), menghambat aterosklerosis, dan juga berperan dalam mengkontrol tingkat kadar gula darah dalam tubuh, sehingga juga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes.
Menurut Riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, mengatakan bahwa beras merah mengandung fenolik, salah satu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker.
Selain itu beras merah mengandung magnesium yang mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migran, dan menurunkan resiko serangan jantung serta stroke.
Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga berguna untuk kesehatan tulang. Sekitar dua per tiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium.
Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salah satu pakan paling menyehatkan di dunia, jadi mengapa kita sekarang tidak mencoba untuk mengkonsumsi dan memperhatikannya manfaatnya.


Sumber :http://dedesuhaya.blogspot.com
Perbedaan antara beras merah dan beras putih tidak sekadar soal warna. Sebutir beras memiliki beberapa lapisan. Hanya lapisan paling luar, yaitu kulit padi atau sekam, yang dihilangkan dalam memproduksi beras merah. Sekali proses penggilingan ini menghasilkan yang namanya beras merah pecah kulit. Komoditas inilah yang biasa digunakan sebagai campuran makanan instan bayi atau dijual sebagai pakan burung. Proses ini sedikit merusak nilai nutrisi beras.

Bila beras merah selanjutnya digiling beberapa kali, akan menghilangkan dedak dan lapisan lembaga, hasilnya adalah beras putih, sebagai beras yang telah kehilangan banyak zat gizinya. Penggosokan (digiling dan dicuci berkali-kali) akan menghilangkan lapisan aleurone butir beras – suatu lapisan yang mengandung lemak-lemak esensial yang berguna bagi kesehatan. Bila lemak ini bersentuhan dengan udara pada proses pembersihan, akan sangat sensitif sehingga terjadi oksidasi. Pembersihan lapisan ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan simpan komoditas ini. Hasilnya berupa beras putih yang tak ada bedanya dengan tepung yang dimurnikan, yang terbuang sebagian besar gizi aslinya.

Dalam setiap 50 gram sajian beras merah, mengandung 4 gr protein, 55 mg magnesium. Ia juga memiliki 1 mg lemak dan serat plus sejumlah mineral lainnya minus sodium, selebihnya adalah karbohidrat. Bila dilakukan penggilingan dan pencucian berkali-kali pada beras merah hingga menjadi putih, terbukti bisa merusak 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengahnya mangan, setengahnya fosfor, 60% besi, dan menghilangkan serat serta asam lemak esensialnya. Untuk menggantikan zat gizi yang hilang dalam proses penggilingan dan penggosokan ini, biasanya dilakukan “pengayaan” dengan vitamin B1, B3 dan besi. Namun upaya ini tidak memulihkan sepenuhnya, sekurangnya 11 zat gizi hilang dan tidak dapat digantikan dengan proses ”pengayaan” ini.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi beras merah secara teratur, ada banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh.

Dalam peringkat makanan, beras merah menduduki ranking pertama sebagai sumber mangan, selain sumber mineral selenium dan magnesium. Cukup secangkir beras merah mampu menyediakan 88% mangan setiap harinya. Mineral ini membantu menghasilkan energi dari protein dan karbohidrat, mineral ini pun memegang peran utama dalam sintesa asam-asam lemak yang penting untuk kesehatan sistem saraf, dan dalam produksi kolesterol, yang digunakan tubuh dalam menghasilkan hormon-hormon seks. Mangan juga komponen yang penting bagi enzim antioksidan penting yang disebut superoxide dismutase yang memberi perlindungan akibat radikal bebas selama proses metabolisme dalam tubuh.

Bagi orang-orang yang khawatir akan risiko kanker usus, beras merah memiliki dua fungsi, selain sumber serat yang perlu untuk meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi risiko kanker usus.

Walaupun butiran beras ini mengandung minyak, namun kolesterolnya sangat rendah, bahkan dalam suatu studi di Universitas Negara Bagian Louisiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak beras ini bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) pada tubuh manusia.

Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% serat setiap harinya. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis. Serat beras merah pun berperan dalam mengontrol tingkat gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderirta diabetes.

Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salahsatu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tsb adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum 77.

Magnesium, yang terkandung dalam beras merah, menurut beberapa studi mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migrain, dan menurunkan risiko serangan jantung serta struk. Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Sekitar dua pertiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium.

Itulah ’sebagian kecil’ dari segudang manfaat mengkonsumsi beras merah, tak akan cukup membahasnya dalam forum terbatas ini. Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salahsatu pakan paling menyehatkan di dunia. Jadi, mengapa kita tidak mencoba mempopulerkan lagi makanan pokok berkhasiat ini. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***


Tips Memilih dan Menyimpan Beras Merah

BERAS biasanya dijual dalam bentuk karungan, dibungkus dengan kemasan dengan mencantumkan harga, dan eceran atau curah. Bila membeli beras merah dalam bentuk kemasan, periksa tanggal kedaluarsanya, berhubung dengan minyak-minyak alamiah yang terkandung, beras merah berpotensi menjadi tengik bila disimpan terlalu lama di udara terbuka.

Untuk menghindari zat-zat pencemar yang malah merugikan tubuh, usahakan memilih beras merah yang ditanam petani secara organik. Beras dari padi yang dibudidaya secara konvensional berpotensi mengandung residu pestisida atau pupuk kimia.

Bila membeli beras dalam jumlah banyak, yakinkan wadah yang berisi beras itu ditutup dan toko tersebut memiliki penggantian produk (turnover) yang baik untuk meyakinkan kesegaran produk yang maksimal. Dimanapun membeli beras dalam jumlah banyak atau dalam kemasan paket, yakinkan tidak terdapatnya uap air.

Karena beras merah masih mengandung lembaga yang kaya minyak, ia sangat sensitif menjadi tengik dibanding beras putih, dan sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Sebelumnya dibungkus dengan wadah kedap udara, beras merah akan tetap segar disimpan dalam jangka waktu sekitar enam bulan.

Sementara varietas beras putih juga sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, juga bisa disimpan di tempat sejuk dan kering. Disimpan dengan benar, beras putih akan tahan hingga satu tahun.

Penyimpanan nasi atau beras yang sudah ditanak merupakan kontroversi. Beberapa organisasi merekomendasi 4-7 hari penyimpanan di dalam lemari pendingin, namun beberapa pakar tidak menyarankan menyimpannya terlalu lama. Sebaiknya satu kali menanak nasi langsung dikonsumsi jangan disisakan. Nasi yang disimpan terlalu lama pada suhu tertentu apalagi hadirnya uap air, spora bakteri, atau jamur, berpotensi mengandung toksin.


Sumber : http://www.parentsguide.co.id

Nilai gizi beras bergantung pada jenisnya. Dari sisi jenis, masyarakat
menggolongkan beras menjadi tiga golongan: beras putih (dipisahkan lagi
menjadi pulen dan pera), beras ketan, dan beras merah. Tetapi, apa pun
nama berasnya, yang awam tahu tentangnya, bahan ini hanyalah sumber
karbohidrat semata, pengenyang pemt, 'bensin' untuk beraktivitas.

Padahal, jika saja mau sedikit iseng 'membongkarnya', utamanya beras
merah, beras memiliki banyak manfaat lain. Beras merah punya kandungan
gizi yang jauh lebih baik dibanding beras putih.

Sebabnya, karena, umumnya beras putih berasal dari beras yang telah
digiling sehingga sudah hilang kulit arinya, sementara beras merah
berasal dari beras tumbuk, yang kulit arinya tak banyak hilang.

Padahal kulit ari beras mengandung zat-zat gizi yang penting bagi tubuh,
di dalam kulit ari tersebut kaya serat dan minyak alami. Serat tak hanya
mengenyangkan, namun juga mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan.

Jika ditilik, dalam satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram
serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram. Banyak manfaat dari
mengonsumsi beras merah, yakni dapat meningkatkan perkembangan otak dan menurunkan kolesterol darah. Sebut saja, lemak, dalam kulit ari
kebanyakan merupakan lemak esensial, yang sangat dibutuhkan untuk
perkembangan otak anak. Sedangkan senyawa-senyawa dalam lemak kulit ari juga dapat menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.


Jika dilihat dari segi kandungan vitamin dan mineral, beras merah pun
lebih unggul. Kandungan vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras
putih. Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk
mencegah beri-beri pada bayi. Zat besinya juga lebih tinggi, membantu
bayi usia 6 bulan ke atas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak
lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Belum lagi vitamin dan mineral-mineral
penting lainnya. Sayangnya kita lebih familiar dengan beras putih.
Jarang sekali di dalam keluarga mengonsumsinya. Nah, jika ingin keluarga
sehat, mulailah mengonsumsi beras merah.



Cegah Kanker

Beras merah telah Renal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu
benda ini dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan
kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih,
kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr),
tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang
dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).
Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin
disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg 0,31 mg.


Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam
keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan
berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, sernutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan). Dan selenium.

Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase.

Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan, peroksida
menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah
menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh
dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Cara Membuatnya : hampir sama dengan memasak nasi putih, untuk membuatnaya lebih harum dan menggugah selera tambahkan 2 lembar daun pandan dan 1 batang sereh nyang sudah digeprak keharumannya akan menambah selera makan

Sumber : www.inilah.com
Sudah terbukti khasiat dan manfaat kandungan dalam beras merah, contoh 1 gelas air tajin beras merah yang dicampur dengan berbagai dengan bahan lain, seperti madu, air perasan jeruk lemon, dan kurma berguna untuk mengatasi ambeien, gangguan pencernaan, impotensi, asma dan meningkatkan daya seksual serta peremajaan kulit.

Khasiat beras merah adalah menghaluskan kulit, mencegah dan mengatasi penyakit kulit, alergi kulit, liver, diabetes, pengerasan pembuluh darah, hypertensi, kurang darah, sakit pinggang, pegal pada bahu, reumatik persendian, mengatasi baal, meningkatkan nafsu makan, menguatkan organ tubuh, serta menguatkan stamina.

Juga mengatasi sakit kepal, pusing, bimbang, suka tidur, cepat lelah, konsentrasi lemah, flu, dan mengatasi ketombe. Termasuk gangguan pencernaan, perut kembung, rabun mata, panas dingin, sembelit, beri-beri, dan lain-lain.

Penggunaan beras merah tidak hanya disajikan sebagai nasi saja, tapi bisa juga difermentasikan agar mudah disajikan. Cara pembuatan fermentasi beras merah menjadi bubuk yakni 500 gram beras merah dicuci lalu ditanak sebagaimana menanak nasi. Kemudian difermentasikan 5 gram bubuk ragi tape. Lalu masukkan nasi ke dalam panci dan tutup yang rapat simpan di tempat yang gelap selama 3 atau 4 hari.

Setelah jadi tape, beras merah kemudian dijemur di bawah terik matahari, sambil dibolak-balik sampai benar-benar kering dan kemudian digiling atau ditumbuk rata dan menjadi bubuk tepung tape beras merah.

Setelah jadi tepung tape beras merah simpan di dalam toples yang bersih dan kering. Dan simpanlah dalam lemari yang steril. Gunakan tepung tape beras merah untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit dengan dosis disesuaikan serta tambahkan bahan lainnya yang bisa mempercepat kesembuhan.